Apakah peran pembinaan dan pendampingan terhadap kaum muda hanya dilakukan oleh Seksi Kepemudaan di DPP ?
Apakah Pengurus Wilayah punya peran ?
Bagaimana bisa berperan ? sedangkan organisasi kaum muda (misalnya: Mudika/OMK) terpisah dari struktur kepengurusan wilayah ?
Jawabannya tertuang dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Dewan Paroki Pastoral Paroki (DPP) Santo Thomas, BAB IV WILAYAH, Tugas Pengurus WIlayah, halaman 35, huruf g, yang tertulis :
“Melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kaum muda Wilayah (Mudika dan Rekat)”
sumber: Buku Pedoman Pelaksanaan Dewan Paroki Pastoral Paroki (DPP) Santo Thomas – Dewan Pastoral Paroki Santo Thomas 2006
posting milis : http://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/message/3219
tanggapan dari anggota milis http://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/
Yang Terkasih Rekan-rekan,
Senang mengikuti spirit, pesan dan renungan Mas Kristiyono ini.
Tetapi rupanya banyak pengurus gereja (a.l. DPP, Stasi, Wilayah dan Lingkungan) tidak sempat memberikan tanggapan. Sungguh saya menyadari kesibukan mereka masing-masing. Sepi.
Sebaiknya tinggalkan pola pikir (paradigma) lama bahwa Mudika itu tugasnya tukang parkir. Tugas itu hampir selalu melekat pada misa-misa besar Natal dan Paskah.Hitung saja dari 12 Mudika Wilayah, berapa yang memiliki koor? Mungkin hanya Mudika Wil VII Mekarsari, Cimanggis. Bagaimana yang lain?
Mudika selain harus mengembangkan diri juga dikembangkan oleh Wilayahnya. Bahkan oleh siapa saja yang bersedia. Mudika mestinya juga diberi kiat-kiat mengenai leadership (ini memang pernah tetapi mestinya terus menerus karena Mudika juga terus berganti), magement secara umum, komunikasi, tata nilai, bagaimana membuat surat lamaran yang tajam, menarik dan terpercaya, bagaiamana menghadapi wawancara pekerjaan dll sebagai bekal mereka untuk memasuki dunia kerja yang sebenarnya.
Mudika bukan hanya asyik mengurusi parkir, koor, piknik tetapi juga wajib menyiapkan diri menyongsong masa depannya sendiri. Mudika bukan pos nongkrong sehingga kalau sudah lulus kuliah ya cari pekerjaan. Mudika bukan balai bengong!
Monggo … kita mulai diskusi.
Salam sukses,
Paul Sutaryono
http://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/message/3221
Wed Jun 11, 2008 1:28 am
Terima kasih, Pak Paul. Saya jadi ingin ikut nimbrung.
Saya kira kesulitan membina mudika adalah fenomena umum di banyak wilayah. Dari sudut pandang orang dewasa, mudika itu cenderung tertutup dan malu berkomunikasi. Hal ini tidak berarti mudika (orang-perorang / pribadi) pemalu. Bisa saja mereka sangat aktif di sekolah ataupun di klub hobi. Tapi kenapa kalau sudah dikaitkan dengan kegiatan menggereja (mudika) mereka jadi enggan?
Pengalaman saya sebagai mantan mudika, mereka kurang menyukai arahan dari orang dewasa. Mereka ingin diberi kesempatan berkreasi tanpa intervensi, termasuk risiko keliru sewaktu-waktu. Sebaliknya orang dewasa tidak memberi kesempatan mudika untuk berbuat kesalahan (maunya serba perfect, gitu). Orang dewasa juga kurang kreatif dalam urusan menggereja. Apa arti menggereja bagi orang dewasa? Paling2 cuma jadi pengurus lingkungan, wilayah, DP, doa
rosario, koor.Orang dewasa punya kesibukannya sendiri2 (kerja). Mudika juga sibuk (kuliah, sekolah, atau cari kerja). Bagaimana orang dewasa bisa punya waktu berkreasi pikiran untuk mudika? Bagaimana mudika berkreasi memikirkan nasibnya sendiri? Kegiatan apa yang cocok untuk mudika (yang menggereja tapi tidak membosankan)?
Leo.
http://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/message/3224
Fri Jun 13, 2008 9:27 am
Pak Paul, Pak Leo dan Pak Kris….
berarti kita punya tantangan yang sama, Saya rasa kita semua harus bertanggung jawab…. tentang ini semua. Kalau secara formal (pengurus Wilayah) tidak melakukan yah jangan menyerah…kita – kita saja bergerak….mau???????
Sudah saatnya kita tidak perlu lama-lama berwacana action saja…
semua yang dituturkan secara normatif betul..tapi actionnya…….
Tantangan kaum muda ke depan sangat berat….selain selametin diri masing-masing mereka juga harus siap menjadi ahli waris Gereja…..(kecuali murtad).
Kita yang sekarang jadi Orang Tua (non Mudika) bantu dong mereka, paling tidak mengakomodasi keinginan mereka. Kalau mereka juga nggak punya keinginan bangunkan mereka agar mereka sadar bahwa mereka harus punya keinginan…harapan harus terus dibuat ada…..(bukan intervensi)..mereka harus militan…kenapa Remaja Mesjid mulai Solid ????padahal konsep mereka mengadopsi kita (narsis??)
Orang Katolik itu sangat banyak yang pintar tapi tidak peduli dengan Gerejanya….(coba lihat militansi kaum muda gereja lain (tak perlu disebut)) mereka percaya diri main musik (ngeband meskipun lagu rohani), atau menciptakan Teknologi Informasi yang cocok bagi gereja, ….mereka meniru Orang Dewasa Katolik sedikit aja jadi “Orang” sudah ditinggalin tuh Gereja. Jadi seakan-akan Gereja itu poskonya kaum pengangguran…malah ada yang bangga kalau saking sibuknya berbisnis, atau kerja sehingga tak ada waktu alih-alih ngurusin gereja pikirannya saja nggak sampai ke sana…..maunya jadi umat biasa..tinggal enak saja duduk…komuni….pulang…boro-boro negor ..katanya saudara seiman….Munafik semua….
Gereja katolik akan bangkrut…lihat saja pola kepemimpinannya contohnya di Paroki kita…
(ekstreemm neh).
Tapi meskipun Gereja Katolik bubar…Saya akan terus beriman Katolik…..(Apa kata dunia ha ha ha…..)
http://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/message/3225
Fri Jun 13, 2008 10:41 am
Hallo rekan sahabat semua,
Perkenankan saya ikut nimbrung kendati saya bukan warga Paroki St Thomas, terkait dengan pembinaan kaum muda/mudika,
saya teringat dulu sewaktu di katedral Bdg aktif sebagai udika Lingkungan dan legio Maria.
Ada beberapa hal yang mesti jadi perhatian :1. Kebutuhan apa atau hobi apa, atau kegiatan apa yang antusias digandrungi anak muda kita ?
– untuk mengetahui hal sangat perlu tanyakan kepada kaum muda sendiri atau paroki sebar angket ke smua mudika untuk kemudian diolah kegiatan apa yang bisa dilakukan di lingkuan gereja tentu dengan koordinator orang dewasa/pendampingan.2. Sepanjang yang saya tahu, dunia internet, kalau kita coba tengok ke warnet, banyak digandrungi anak muda, ber-email ria, join friendster, facebook atau cari tambahan uang lewat internet ( misal www.geniusnetpreneur.com) atau sekadar chating dengan teman lawan jenis dll. ( kalau buka web porno, sudah banyak warnet yang memblokirnya.). Ada banyak situs kaum muda yang menarik, juga milis-milis group dari yahoo.Membuat BLOG juga sangat digandrungi kaum muda kota.
3.Penerbitan newsletter dan atau majalah dinding atau leaflet atau buletin akan sangat membantu terjalinnya komunikasi antar kaum muda, sertakan mahasiswa desain grafis
atau wartawan atau mahasiswa publisistik dlsb.4. Adakan temu wicara atau sharing misalnya memanggil aktris Katolik, seperti Delon, atau Nugi/Katon Bagaskara , kasih tema yang menarik dan dari kehidupan sektar anak muda, misalnya, gimana PACARAN yang SEHAT, Gimana merintis jadi penyanyi…dlsb.
5. Semua acara dikemas dengan khas anak muda, jangan terlalu kaku dgn aturan, sedikit urakan asal tetap didampingi adalah baik juga.Anak muda kampus bisa banyak membantu untuk jadi pionir kegiatan, misal bila ada aktifis KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik UNIKA Atmajaya , misalnya)
6. Akan lebih bagus, bila ada satu ruang khusus, semacam markas anak muda, dimana sehabis misa bisa kongkow, minum kopi, atau tenis meja bila ada tempat dll.dari pertemuan informal biasanya berkembang lebih jauh ke arah kegiatan rutin.
Demikian semoga bermanfaat,
salam dalam Kasih Jesus,
Paulus
web recommended :
www.pembelajar.com
www.geniusnetpreneur.com
www.andriewongso.com
www.adiwgunawan.comhttp://groups.yahoo.com/group/SantoThomas_Kelapa2/message/3230
Sat Jun 14, 2008 6:01 am
Shaloom Salam kenal, saya mantan MUDIKA era 80 – 90an, sekarang saya jadi ketua seksi kepemudaan di paroki santo Aloysius Gonzaga.
Saya tertarik ikut sharing tentang pembinaan MUDIKA or OMK yang memang, semakin tahun semakin bervariasi. di Paroki Santo Aloysius Gonzagapun pernah mengalami stagnasi bukan hanya ‘kegiatan. MUDIKAnya saja bahkan kepengurusannyapun sempat ‘kosong’. Tahun 2005 saya ditugasi oleh Pastor Moderator MUDIKA Santo Alysius Gonzaga waktu itu Romo Maxi (Pastor Maximus Woga CsSR) untuk menghidupkan kembali Mudika. Langkah pertama, dibantu para mantan MUDIKA lain dan beberapa MUDIKA kita menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama Jaring Pengurus Mudika Tangguh (JPMT) yang pesertanya adalah para MUDIKA lingkungan dan Wilayah yang mendapat rekomendasi dari ketua Lingkungan dan Wilayah masing-masing. Kemudian, mereka kita bekali pada Minggu I, dengan pengetahuan dan keterampilan ; Keorganisasian yang meliputi; Gereja Diaspora, Komunitas Basis Gerejani dan keorganisasian OMK itu sendiri. Minggu ke II melengkapi materi Keorganisasian para peserta JPMT kami berikan materi Kepemimpinan; Meneladan Yesus sebagai Pemimpin, Kepemimpinan Diri, Kemimpinan Mudika dari masa ke masa (sharing), manajemen waktu. pada Minggu ke III materi yang kita berikan kepada peserta mengenai Pengelolaan Organisasi; Pembuatan Program Kerja, Cara membuat Proposal kegiatan, Komunikasi dalam organisasi dll. hasilnya terpilih pengurus Mudika paroki Santo Aloysius Gonzaga periode 2005 – 2008 lengkap dengan programnya, dan puji Tuhan pada bulan Juli 2008 yang lalu telah terpilih pengurus periode 2008 – 2011 sebagai kesinambungan organisasi OMK paroki Santo Aloysius Gonzaga.
Kita tidak pernah dituntut untuk SUKSES tetapi kita diteladani KESETIAAN dalam Melayani oleh Tuhan Yesus Kristus sang Pemimpin kita.(Rudy Tea)
Selamat malam,
Waduh senang yah teman – teman sudah banyak bercerita tetang kemajuan dan perkembangan dengan baik mengenai mudikanya, saya Mr X, baru di ” JEBAK” jadi pengurus Mudika oleh teman-teman saya, nggak tanggung -tangung lagi jadi Litbang. Terus terang saya kebingungan tidak punya pegangan mau dikemanakan Mudika kami ini, memang dulu saya aktif namun hanya sebatas ikut-ikutan, karena tidak ada kegiatan orang muda yang dapat merangkul orang muda di paroki kami. Seksi kepemudaan di paroki kami juga tidak ada pengurus MUDIKA yang lalu ada, namun berjalan ditempat biasalah orangnya itu-itu saja. saya mencoba untuk melakukan polling namun hasil polling juga ternyata tidak mendapat gambaran yang pasti mengenai orang muda di paroki kami. Ada gak yah usulan / saran dari teman – teman diluar Paroki kami mengenai keprihatinan saya ini .
Saya masih punya Kristus saya percaya roh kudus datang melalui saran dan usulan dari teman – teman yang telah sukse dalam mengembangkan oang muda di Paroki nya thanks sebelum dan sesudahnya.
suka
selamat Sore
Saya barusan saja selesxai membaca bebeapa tanggapan dari teman teman semua tentang keberadaan OMK di paroki masing masing , hampir serupa semuanya namun menurut saya iuni merupakan tantanagn buat kita semua sebagai orang tua mantan MUDIKA yang masih tetap mau peduli kepada oran Muda sebagai harapan GEreja. uda 3 periode dalam masa kepengurusan DEpas di paroki kami saya termasuk bagian dari Pejmbinaan kaum mUda di paroki ST. FR. Assisi Makassar namun menurut saya juga masih sulit mencari kader pembina mauipun penggerak yang betul betul mau meluangkan waktu dan mempunyai kepedulian tentang kaum Muda , namunsaya merasa bersyukur karena meskipun demikian ada beberapa kaum mujda yang menurut saya telah mampu menjaid pioner di wilayahnya bahkan diparoki. Kepedulian orang tua , umat bahkan pastor paroki juga sangat besar pengaruhnya dalam pengembanagn kaum muda , saya percaya tahyun ini kristus bersama saya dalam mengembangkan kaum muda lebih baik lagi . Amin