Pertanyaan tersebut sering kadang saya pertanyakan dalam hati dan kadang-kadang ter-ceplos-kan di dalam doa.
Mungkinkah kita pro-aktif dalam pelayanan di Gereja ? apakah tidak akan terbentur dengan aturan main dan Hirarki yang ada di sistem paroki kita ?
Jawabannya terserah Anda ….apapun jawaban yang ter-lontar-dari mulut atau ter-bersit di pikiran anda , saya tidak akan minta penjelasan apa-apa….tentu-nya saya bersyukur anda masih bisa menjawab, baik secara spontan ataupun pikir-pikir dulu, setidaknya anda tidak menjawab : “Saya Tidak Tau…bodo Amat…EGP (Emang Gue Pikirin)”.
Tapi sebelum anda terjebak dengan jawaban anda sendiri, ada baiknya anda dapat merenung-kan beberapa kutipan dari MISI dan VISI KEUSKUPAN BOGOR di bawah ini :
-
KEUSKUPANBOGOR
- V I S I
Keuskupan Bogor menjadi ‘communio’ dari aneka komunitas basis yang beriman mendalam , solider dan dialogal , memasyarakat dan misioner . - M I S I
Keuskupan Bogor menghadirkan Kerajaan Allah , dengan mengabdikan diri secara aktif dalam meningkatkan keimanan dan martabat manusia melalui pemberdayaan semua potensi.
mengabdikan diri secara aktif:
Menjadikan hidup dan karyanya sebagai pelayanan bagi orang lain dalam pengembangan hidup, iman, dan penghayatannya. Pelayanan tersebut dilaksanakan bukan dengan menunggu adanya permintaan, anjuran, atau paksaan, tetapi atas inisiatif sendiri, bersifat mendatangi dan menawarkan, serta terdorong oleh gerakan hati yang tulus. Prinsipnya, hanya dengan melayani dan memberikan diri kepada sesama, dirinya sendiri semakin berkembang ke arah kepenuhannya.
Saya berharap bacaan di atas dapat memberikan ferensi dan refleksi bagi anda dan tentunya bagi saya juga …..salam dua jari + senyum
(peace)
sumber: MISI dan VISI KEUSKUPAN BOGOR